PDM Karanganyar Launching 2 Buku Karya Hajriyanto Yasin Thohari

0
105

Karanganyar – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Karanganyar menggelar Lauching Buku Karya H. Hajriyanto Yasin Thohari, M.A bersamaan dengan Rapat Koordinasi Triwulan secara daring melalui Zoom pada tanggal 28 Mei 2021 dengan tema “Membangun Keteladanan dan Sikap Bersahaja dalam Persyarikatan”. Launching buku dengan judul “Muhammadiyah dan Orang-orang yang Bersahaja” dan “Antropologi of The Arab” dilaksanakan oleh Ketua PDM Karanganyar bersama dengan Baroroh Mustaqimah, S.H., selaku adik dari H. Hajriyanto Yasin Thohari, M.A.

Ketua PDM, Dr. Muh Samsuri, M.SI menyampaikan bahwa buku karya H. Hajriyanto Yasin Thohari, M.A dapat menginspirasi warga muhammadiyah khususnya Karanganyar.

“Buku H. Hajriyanto Yasin Thohari, M.A sangat luar biasa dan menjadi pelajaran kita betapa orang-orang yang sibuk meskipun dikasih kerjaan pasti akan selesai,” ujarnya.

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan sekaligus Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Libanon, H. Hajriyanto Yasin Thohari, M.A, yang hadir dalam kegiatan tersebut melalui video meeting merasa terhormat dan bahagia karena bukunya dilaunching di Karanganyar.

“Terimakasih telah melaunching buku saya dan buku itu sudah di launching dan dibedah di 30 tempat di Indonesia. Buku tersebut bukanlah sebuah buku, namun kumpulan tulisan yang dirancang menjadi buku.” katanya.

H. Hajriyanto Yasin Thohari, M.A

H. Hajriyanto Yasin Thohari, M.A mulai menulis buku tersebut pada bulan ke-9 di Libanon. Sebelum menjadi buku, tulisan tulisan tersebut di kirim ke media online Muhammadiyah agar mendapat kritik dan masukkan yang membangun kemudian disatukan menjadi buku dan diterbitkan oleh Suara Muhammadiyah.

Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh Republik Indonesia menyampaikan bahwa menulis buku untuk menjadi kenang-kenangan dan warisan. Karena omongan akan hilang dibawa angin sedangkan tulisan itu bersifat permanen.

“Jangan mau ceramah kemana-mana karena menghabiskan waktu. Pidato hanya 1-2 jam, selesai pidato hilang. Tetapi kalau menulis akan menjadi scripta manent,” ujarnya. (Bossku)

Bagikan