Muhammadiyah Karanganyar Bahas Moderasi Beragama Bersama FKUB dan Kesbangpol

0
115

KARANGANYAR – Konsep Moderasi Beragama pernah ditawarkan oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir pada era 2019 sebagai jalan tengah mengatasi radikalisme sebagai alternatif solusi selain yang dilaksanakan pemerintah dengan programnya deradikalisasi. Konsep jalan tengah tersebut semakin mendapat tempat dari banyak lampisan elemen bangsa yang menggandrungi adanya kerukunan, toleransi dan persatuan dalam kebhinnekaan.

Moderasi beragama juga menjadi topik utama silaturahmi kelembagaan antara Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Ormas Islam khususnya Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Karanganyar, Rabu (15/09) bertempat di Aula lantai 1 Gedung Dakwah Muhammadiyah Karannganyar. Rombongan Kesbangpol, FKUB yang disertai Kepala Kantor Kementerian Agama Karanganyar Wiharso diterima Ketua PDM Karanganyar Muh Samsuri beserta pimpinan yang lain.

Dalam sambutan dan ucapan selamat datang, Ketua PDM Karanganyar menyambut baik secara terbuka adanya dialog-dialog keumatan untuk membangun negara dan Kabupaten Karanganyar. “Dalam kegiatan-kegiatan yang kami laksanakan melalui persyarikatan maupun Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dari pusat hingga tingkatan terbawah kami sudah membuka dan melaksanakan keterbukaan, toleransi melalui sekolah, rumah sakit, ambulan layanan umat dan lain-lain yang tidak membeda-bedakan agama dan kelopmpok”, Kata Muh Samsuri.

“Yang terbaru kita laksanakan melalui Muhammadiyah Covid19 Command Center (MCCC) yaitu kegiatan Vaksinasi Lintas Agama dan Ormas dimana umat agama non muslim dan ormas islam seperti NU, LDII dan lainnya kita ajak bersama. Tentunya kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dari semua pihak dari sauara kita NU, LDII, MTA juga dari Nasrani, Hindu dan Budha atas kerjasamanya”, tambah Ketua PDM dua periode ini.

Kepala Kemenag Kabupaten Karanganyar menyampikan terima kasih atas peran-peran Muhammadiyah dalam membangun bangsa dan Kabupaten Karanganyar, “Dalam hal moderasi beragama Muhammadiyah telah melaksanakan secara langsung dan terbukti. Karena Muhammadiyah ini mempunyai banyak sekolahan, harapanya melalui guru-guru Pendidikan Agama Islam bisa lebih mendorong dan mengembangakan sikap tolerasni kepada siswa tidak kalah penting agar ikut membantu mengatasi masalah “Nikah Bocah” yang banyak terjadi karena efek pergaulan bebas”, ujarnya.

Sementara Ketua FKUB Kabupaten Karanganyar Khuzaini Ahmad lebih menegaskan pentingnya pelaksanaan moderasi agama dalam kehidupan sehari-hari intern, antar umat beragama dan umat beragama dengan pemerintah. “Moderasi beragama menjadi sesuatu yang harus dilaksanakan tidak sekedar diteorikan dan hal ini sudah terbangun baik di Karanganyar tinggal kita sama-sama merawat dan menjaganya antara lain dengan mengembangkan silaturahmi seperti ini”, tegas tokoh NU Kabupaten Karanganyar ini. Dalam acara silaturahmi tersebut juga saling memberikan masukan untuk kebaikan umat dan bangsa khususnya di Kabupaten Karanganyar. (JOe)

Bagikan