Jawab Keresahan Warga Persyarikatan, MCCC Karanganyar Sosialisasikan Kajian Tatap Muka

0
61

Muhammadiyah Covid-19 Comand Center (MCCC) Kabupaten Karanganyar menggelar sosialisasi panduan kajian tatap muka di era pandemi covid-19 bertempat di Gedung Dakwah Muhammadiyah Karanganyar, Selasa (6/4).

Sosialisasi yang diikuti sebanyak 72 peserta dari perwakilan Pimpinan Cabang Muhammadiyah, Pengurus Kajian dan Takmir Masjid se-Kabupaten Karanganyar itu, dilakukan sebagai respon atas kerinduan warga Muhammadiyah untuk kembali melaksanakan pengajian tatap muka dengan tetap menaati protokol kesehatan, terutama dalam rangka pencegahan penularan Covid-19 dan perlindungan masyarakat dari resiko ancaman dan dampaknya.

Menurut Ketua MCCC Karanganyar, Drs. Ngadiman, S.Sos, M.Si dalam sambutannya menyampaikan bahwa tujuan dikumpulkan para pengurus kajian dan takmir masjid untuk menjawab keluhan warga Muhammadiyah serta memberikan bekal guna menjalankan ibadah agar terhindar dari penyebaran virus covid-19 yang masih melanda negeri ini.

“Satu tahun lebih warga persyarikatan libur kajian secara luring, dan ini sudah memasuki Bulan April sebentar lagi Ramadan. Para warga menuntut, ada sesuatu yang kurang (dalam penyelenggaraan kajian secara online), maka kami kumpulkan untuk memberikan solusi terbaik pengadaan kegiatan kajian tatap muka”, ujar Pak Dim sebutan bekennya.

Di satu sisi, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Karanganyar, Dr. H Muh Samsuri, M.SI menyebutkan bahwa sebenarnya Pimpinan Pusat Muhammadiyah masih melarang kegiatan tatap muka dan pengumpulan massa. Namun, warga sudah merasa jenuh selama satu tahun tidak ada kajian sehingga mendesak untuk dilakukan kajian tatap muka. Apalagi ketua gugus tugas covid-19 Kabupaten Karanganyar yang sekaligus sebagai Bupati Karanganyar memberikan kelonggaran pelaksanaan pengajian dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Pak Bupati sudah beberapa kali mengisi kajian ahad pagi. Bupatine wae ngolehne, mosok Muhammadiyah ora ngolehne“, kata Samsuri.

Selain itu, Samsuri juga banyak menerima masukan dari warga Muhammadiyah jika kajian tidak segera diselenggarakan maka jamaah Muhammadiyah semakin berkurang dan pindah ke lain hati. Atas pertimbangan itulah akhirnya Muhammadiyah Karanganyar mempertimbangkan untuk memberikan edukasi penerapan kajian tatap muka.

Pemaparan materi

Guna membekali para peserta dalam menerapkan protokol kesehatan saat menjalankan kajian maupun ibadah, panitia menghadirkan tiga narasumber sekaligus diantaranya: Dr. Muh Samsuri, M.SI, dr. Rani Mediawati, dan dr. Aswin Wiskantama, Sp. An. Ketiga narasumber secara bergantian memberikan materi tentang Fiqih Ibadah Ramadhan, Perkembangan Covid-19 di Indonesia dan Penerapan Protokol Kesehatan di Era Pandemi Covid-19.

Menilik sejarah awal mula Persyarikatan Muhammadiyah berdiri, tak lepas dari kegiatan pengajian. Bahkan KH AR Fahrudin berulang-ulang menyatakan pengajian adalah ruh-nya Muhammadiyah. Tanpa pengajian, Muhammadiyah ibarat jasad yang sudah tak bernyawa. Betapapun hebatnya seseorang, bila nyawanya sudah tak ada, ia hanyalah mayat yang tidak lagi mampu memberikan kemanfaatan bagi orang lain.

Tak heran jika Pengajian adalah media paling pas bagi warga Muhammadiyah untuk belajar sepanjang hayat tanpa batas waktu. Apalagi jika dilakukan dengan metode tatap muka, mereka mampu bertegur sapa antara jamaah dengan murobbi secara langsung.

Melalui pengajian pula kehidupan berjama’ah bisa diamalkan. Dan melalui pengajian pula fungsi Muhammadiyah untuk mengantarkan umat Islam ke gerbang Surga Jannatun Na’im dapat dilaksanakan. Berada dalam jama’ah pengajian Muhammadiyah menjamin kita tetap berada dalam orbit gerakan Muhammadiyah.

Penyerahan secara simbolis panduan penyelenggaraan kajian di masa pandemi covid-19 dari pimpinan daerah muhammadiyah kepada takmir masjid Abu Basir 2

Maka dengan adanya sosialisasi dan penerbitan panduan pelaksanaan kajian di masa pandemi covid-19 ini diharapkan dapat meningkatkan spiritualitas warga persyarikatan dalam menghadapi pandemi serta dampaknya sekaligus meminimalisir penyebaran wabah covid-19.

Berikut panduan penyelenggaraan kajian di masa pandemi covid-19 yang diterbitkan oleh MCCC Karanganyar.

  1. Pastikan seluruh peserta kajian memakai masker dengan baik dan benar.
  2. Penyediaan sarana untuk cuci tangan dengan sabun di depan pintu masuk kajian, jika tidak memungkinkan bisa digantikan dengan sanitizer atau cairan desinfektan lainnya.
  3. Petugas selalu mempersilahkan peserta kajian untuk cuci tangan terlebih dahulu, baik menggunakan sabun dan air mengalir maupun menggunakan cairan desinfektan.
  4. Penyediaan thermogun sebagai alat pengukur suhu peserta yang akakn mengikuti kajian.
  5. Siapkan petugas untuk memeriksa suhu masing – masing peserta saat akan masuk ke tempat kajian. Jika ditemukan suhu ≥ 38̊C maka peserta tidak diperbolehkan masuk ke tempat kajian umum.
  6. Atur jarak antar peserta kajian saat di pintu masuk maupun saat mendengarkan kajian. Jarak antar peserta kajian 1,5m – 2m.
  7. Siapkan petugas untuk mengatur jarak antar peserta baik diluar pintu masuk maupun di dalam ruang kajuan.
  8. Saat kajian berlangsung selalu monitor kepatuhan peserta untuk menjaga jarak dan tidak membuka masker.
  9. Setelah kajian selesai, peserta meninggalkan tempat kajian sebisa mungkin berjarak sehingga tidak berkerumun sangat dekat. Peserta kajian tidak boleh membuka masker.
  10. Setelah seluruh peserta kajian meninggalkan tempat, maka dilakukan penyemprotan cairan desinfektan di seluruh permukaan tempat kajian tersebut. (termasuk tikar, karpet yg digunakan untuk alas dan setelah itu bias dijemur)
  11. Selalu diperhatikan ventilasi tempat kajian, usahakan di ruangan semi terbuka sehingga sirkulasi udara berjalan baik.

Kontributor : Wienz
Foto : Sriyanto
Editor : Mel_

Bagikan