Dari Sedekah Makan Gratis, Open Donasi Grup WA Sampai Turun ke Jalan, Relawan Kemanusiaan SMA MUHI Kumpulkan Donasi Hingga 40 Juta Lebih

0
11

Kabarduabelas.com, Karanganyar. –Bencana yang terjadi di beberapa daerah seperti Sulawesi Barat (Sulbar) dan Kalimantan Selatan (Kalsel) membuat banyak kalangan tergerak untuk memberikan bantuan. Seperti yang dilakukan para guru dan siswa SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar. Berbagai aksi sosial guna menggalang dana peduli bencana, dilakukan relawan kemanusiaan salah satu sekolah rujukan di Kabupaten Karanganyar yang akrab dikenal dengan sebutan SMA MUHI ini.

Rasa kemanusian tersebut terangkum dalam aksi galang dana lewat sedekah makan gratis, open donasi lewat grup whatsap sampai turun ke jalan, mampu mengumpulkan donasi hingga 40 juta rupiah lebih.

Kepala SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar, Sumarwanto, S.H., M.Pd. menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada para guru dan karyawan atas segala upaya secara bersama-sama kompak dan swadaya penggalangan donasi bencana. Ia juga menegaskan bahwa seluruh keluarga besar SMA MUHI ditanamkan nilai-nilai kepedulian dan kebersamaan.

“Semua keluarga besar dari pendidik , tenaga kependidikan dan semua siswa-siswi SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar kita tanamkan nilai-nilai kepedulian dan kebersamaan”, jelas Sumarwanto.

Sedekah Makan Gratis

Di tengah situasi krisis karena Pandemi, puluhan hingga ratusan warga sekitar SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar mendapatkan makanan gratis. SMA MUHI dalam kegiatan Jum’at Berbagi Bersama Lazismu MUHI, menyediakan makanan siap santap bagi warga sekitar yang dibuka setiap Jum’at pagi guna membantu warga yang terdampak pandemi covid-19.

Tidak ada syarat khusus untuk menikmati sarapan gratis sepekan sekali ini. Semua orang bebas menikmati makanan tanpa harus menunjukkan kartu atau pun kupon apapun. Akan tetapi, warga yang datang harus menjalankan protokol kesehatan seperti mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, dan menjaga jarak.

Selain memberikan sedekah makan gratis, para relawan MUHI juga menyediakan kotak donasi untuk penggalangan bencana alam di Kalsel dan Sulbar. Guru bahkan masyarakat sekitar berlomba-lomba menitipkan sedekah makan gratis mulai dari nasi bungkus, bubur, sayuran, lauk-pauk dan ada juga yang menitipkan uang donasi. Kegiatan sedekah makan gratis ini telah terselenggara sebanyak dua kali sejak Jum’at (22/1).

Kembali menurut Kepala SMA MUHI, awalnya kegiatan ini sebagai bentuk rasa syukur atas terpenuhinya target Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) gelombang pertama dan kedua bagi SMA MUHI. Namun, kegiatan tersebut akan terus dilakukan karena memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat sekitar. Selain mengajak masyarakat dan guru untuk bersedekah, acara ini juga dilakukan penggalangan donasi bencana Sulbar dan Kalsel.

Gerakkan Siswa dan Guru Lewat Grup Whatsap

Kalau tidak candaan, grup WhtasApp (WA) seringkali hanya berisi tulisan atau gambar hasil copy paste (copas). Bahkan tak jarang materi yang telah dicopas seseorang, diunggah juga oleh anggota lain di grup yang sama. Sepertinya tidak saling baca.

Namun, berbeda dengan Grup WA SMA MUHI. Selain sebagai media pembelajaran antar guru dan siswa, digunakan sebagai penggalangan donasi bencana alam.

Lewat instruksi kepala sekolah, selain penggalangan dari masing-masing pendidik dan tenaga kependidikan SMA MUHI, guru (dibaca: wali kelas) diperintahkan melakukan penggalangan donasi peduli bencana kepada siswa lewat grup WA kelas.

Semisal yang dilakukan oleh Aditya Citra, S.Pd., wali kelas XI IPA 2. Citra mengajak para siswanya menggalang donasi guna meringankan beban korban bencana alam Sulbar dan Kalsel melalui grup WA kelas. Penggalangan dana tersebut juga menjadi media pembelajaran bagi siswa tentang pentingnya membangun dan menumbuhkan perasaan empati pada anak-anak.

Siswa diajarkan pentingnya kepekaan terhadap sosial membangun, menumbuhkan solidaritas, empati, simpati kepada saudara sebangsa setanah air di Sulbar dan Kalsel yang saat ini sedang tertimpa bencana gempa dan banjir. Dari ajakan penggalangan dana tersebut, Citra berhasil mengumpulkan donasi sebanyak empat juta lebih. Selain Aditya Citra, setiap wali kelas juga mengajak para siswanya menggalang donasi peduli bencana.

Tiap Hari Turun ke Jalan

Bencana besar yang menyelimuti negeri juga mengundang keprihatinan tersendiri bagi berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Karanganyar, tak terkecuali civitas SMA MUHI. Bersama Kantor Layanan Lazismu dan organisasi siswa intra sekolahnya yang terdiri dari Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Hizbul Wathan (HW), Palang Merah Remaja (PMR) dan Seniman Teater Gandrung SMA MUHI turun kejalan menggalang dana kemanusiaan. Mereka pun berupaya untuk meringankan beban para korban yang saat ini masih berdiam di pengungsian.

Dikoordinir Lazismu SMA MUHI, para siswa membuat kelompok untuk aksi penggalangan donasi terjun ke jalan. Mereka dibagi menjadi tiga sift, pagi, siang dan sore di sejumlah titik trafic light di Kabupaten Karanganyar. Tiap harinya kelompok siswa mendapatkan jadwal tersendiri.

“Tujuan kita penggalangan dana ini kan melihat di Indonesia saat ini banyak bencana terutama yang terjadi kemarin di Sulawesi dan Kalimantan. Kita sesama warga negara ya harus saling membantu. Aksi ini kita lakukan setiap hari dimulai sejak 22 Januari,” kata Direktur Fundrising KL Lazismu SMA MUHI Tatas Supendi, Ahad (31/1).

Aksi galang dana di sejumlah titik trafic light tersebut mendapatkan respon baik oleh para pengendara dengan turut membantu mengulurkan tangan bagi mereka yang membutuhkan.

Terkumpul 40 Juta Lebih

Laporan yang masuk dari berbagai aksi sosial yang dilakukan keluarga besar SMA MUHI sebagai bentuk keprihatinan atas musibah yang melanda negeri telah terkumpul sebanyak 40 juta rupiah lebih. Jumlah itu akan bertambah karena ada beberapa kotak donasi yang belum diambil dan dihitung.

“Saat ini data yang masuk sudah terkumpul 40 juta rupiah lebih dan masih akan bertambah karena ada beberapa kotak donasi yang belum diambil dan dihitung serta ada beberapa kegiatan sosial lain yang akan dilaksanakan,” terang Tatas.

Rencananya, hasil penggalangan dana tersebut akan dikumpulkan lewat KL Lazismu SMA MUHI dan selanjutnya disalurkan secara langsung kepada para korban bencana melalui Lazismu Daerah Karanganyar. (Sappz)

Bagikan