Dari Pendirian Institut Menjadi Universitas, Ini Alasan Muhammadiyah Karanganyar

0
367

KARANGANYAR – Dinamika semangat pendirian Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) di Kabupaten Karanganyar semakin dinamis, dari soal nama dan bentuk kelembagaan sempat mengalami beberapa kali perubahan format. Akhirnya pilihan telah mengerucut dengan diterbitkannya Surat Keputusan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Karanganyar nomor : 595/KEP/III.O/B/2021 tertanggal 1 September 2021 yang dibacakan Sekretaris PDM Sarilan M. Ali, Selasa (07/09) bertempat di Aula Lantai 2 Gedung Dakwah Muhammadiyah Karanganyar. “Mencabut dan menyatakan tidak berlaku Keputusan PDM Nomor : 28/KEP/III.O/B/2021”, dengan terbitnya SK nomor 595 tentang Pendirian Universitas Muhammadiyah Jawa Tengah (UMJT).” Kata Sekretaris PDM Karanganyar.

Ketua Tim Task Force Pendirian Pendirian Universitas Muhammadiyah Jawa Tengah Ali Imron Al Ma’ruf menjelaskan jika proses persiapan pendirian PTM di Kota Intan Pari ini sudah dimulai sejak pertengahan Maret 2021 dengan penyusunan dokumen instrumen pengajuan Perguruan Tinggi Muhammadiyah. “Awalnya sepakat mendirikan universitas namun ternyata ada kendala di awal, sehingga ada kesepakatan mendirikan Institut Sains dan Teknologi (IST) Muhammadiyah Karanganyar namun demikian dorongan untuk kembali mendirikan universitas begitu kuat. Akhirnya setelah komunikasi dan diskusi ke beberapa pihak dan dilakukan pengkajian mendalam ada peluang untuk mendirikan universitas sekaligus, disepakati bersama untuk mendirikan Universitas Muhammadiyah Jawa Tengah.” Terang guru besar pada Universitas Muhammadiyah Surakarta yang memegang amanah sebagai Ketua Dikdasmen PDM Karanganyar ini.

“Persiapan penyusunan dokumen instrumen prodi dari enam prodi yang direncanakan sudah mencapai 80 prosen dan respon dari masyarakat dengan pilihan universitas ini cukup tinggi, ini dibuktikan antara lain saat rekruitment dosen untuk ISTM Karanganyar kurang menarik dibanding saat rekruitmen dosen untuk UMJT yang sangat banyak pengajuan lamaran kepada panitia,” tambah Ali Imron.

Selain itu dorongan dari pihak eksternal agar mendirikan universitas sekaligus di Karanganyar juga cukup kuat, tak kurang Bupati Karanganyar dan Kepala LLKDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah pada saat dilaksanakan Orasi Ilmiah beberapa waktu lalu juga mendorong pendirian universitas sekaligus bahkan pihaknya siap memberikan dukungan.

Sementara itu Ketua PDM Karanganyar Muh Samsuri dalam sambutan rapat koordinasi Tim Task Force Pendirian Universitas Muhammadiyah Jawa Tengah juga menyampaikan terkait intensifnya diskusi, masukan dan saran sehingga dalam proses panjang dan persetujuan banyak pihak disepakati pendirian universitas tersebut.

Doktor Ilmu Hukum UNISSULA ini juga menyampaikan tentang rahasia jurus keberhasilan PDM Karanganyar dalam setiap usaha pendirian Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), ia juga berharap agar pendirian UMJT ini juga berjalan lancar berkat dukungan semua pihak. “Dengan semboyan yang sudah kita miliki dan terapkan bersama : Persyarikatan maju bersama AUM dan AUM maju bersama AUM yang lainnya, insyaa Allah saya berkeyakinan ini akan terwujud dengan gotong royong”.
Pihak PDM Karanganyar juga mengapresiasi serta terima kasih atas dukungan internal maupun eksternal, kelembagaan maupun perorangan. “Banyak tokoh besar yang mendukung, tentu ini menjadi penyemangat tersendiri, misalnya dari Bupati Karanganyar, Kepala LLKDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah, PWM Jawa Tengah, Majelis DIKTILITBANG PP Muhammadiyah, Menko PMK Republik Indonesia, Duta Besar Republik Indonesia Berkuasa Penuh untuk Lebanon, BPH UMS, Rektor UMS, Staf Khusus Menko PMK RI Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dan juga tokoh-tokoh besar yang tidak bisa saya sebut satu persatu” pungkas Muh Samsuri. (JOe).

Bagikan