Berita Daerah

Bekali Anggota Ilmu Manajemen Bencana, LPB Gelar Diklat 2 Hari

DSC_0197
Serah terima peserta Diklat oleh Ketua LPB Karanganyar dr Aditya kepada Ketua LPB Jateng Naibul Ummam

Karanganyar, Sabtu(23/11/2019) – Indonesia merupakan laboratorium bencana, tak terkecuali Kabupaten Karanganyar, mulai dari kebakaran, puting beliung, gempa bumi sudah menjadi kejadian rutin tahunan di Karanganyar. Mensikapi hal tersebut, sebagai unsur pembantu Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Karanganyar di bidang kebencanaan, Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) Karanganyar menggelar pendidikan dan latihan dasar manajemen bencana. Hal tersebut disampaikan Sekretaris LPB Karanganyar, Drs. Ngadiman, M.Si ketika memberikan pelaporan dalam pembukaan kegiatan tersebut.

Menurutnya, dalam penanggulangan bencana, pengetahuan tentang manajemen kebencanaan sangat penting bagi anggotanya.

“Kalo relawan tidak memiliki pengetahuan kebencanaan, bisa jadi ingin menolong malah ditolong”, tuturnya.

Laporan Kegiatan Drs. Ngadiman, M.Si

Kegiatan yang digelar selama 2 hari berturut – turut tersebut diikuti oleh 60 peserta dari berbagai unsur meliputi Tim Tanggap Bencana RS PKU Karanganyar, MDMC dan LLHPB. Guru juga diundang karena LPB diamanahi untuk memberikan pengetahuan di sekolah – sekolah. Diharapkan nantinya para guru agar menjadi penggerak agar sekolah mampu mengatasi bila terjadi bencana.

Bahkan Ngadiman menambahkan, tahun 2020 LPB berencana akan masuk ke sekolah – sekolah untuk sosialisasi.

Sementara itu, di Karanganyar sendiri telah terdapat 34 organisasi kebencanaan yang telah terdaftar di Kesbangpol Kab. Karanganyar dengan total anggota mencapai 1.564 orang. Hal ini diungkap oleh Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Karanganyar, Bambang Jatmiko, S.Sos, M.Si ketika memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, para relawan tersebut merupakan ujung tombak penanggulangan bencana di Karanganyar.

“BPBD tanpa didukung oleh para relawan seperti macan ompong, karena hanya 60-an staff di BPBD”, tuturnya.

Sambutan Kepala Pelaksana Harian BPBD Karanganyar, Bambang Jatmiko, S.Sos, M.Si

Bambang Jatmiko menambahkan, penanggulangan bencana tidak hanya dilakukan oleh Pemerintah, tapi juga menjadi tanggung jawab warga masyarakat dan dunia usaha. Hal tersebut sesuai dengan Undang – Undang no. 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.

Sementara itu, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Karanganyar, Drs. Ngadino, M.Ag mewakili Ketua PDM menyampaikan bahwa bencana merupakan peringatan kepada manusia. Ia berharap dengan adanya Diklat tersebut, Tim kebencanaan PDM Karanganyar semakin terampil dan cekatan dalam menghadapi bencana di Karanganyar.

Diklat Manajemen Bencana dibuka pukul 13.00 WIB oleh Ketua PDM Karanganyar. Hadir Ketua LPB Jawa Tengah, Naibul Ummam Eko Sakti, Ketua LPB Karanganyar, dr. Aditya Nur Cahyo, Kalakhar BPBD Karanganyar, para instruktur diklat dan tamu undangan dari berbagai unsur. Sebelum Diklat dimulai, dilakukan serah terima peserta Diklat secara simbolis oleh Ketua LPB Karanganyar dr Aditya kepada Ketua LPB Jawa Tengah, Naibul Ummam. (MPI PDM Kra – Okie)

Facebook Fanpage

Suara Warga

Suarakan kabar anda di Twitter dengan hastag #kabarduabelas , otomatis muncul di bawah ini.