“Baginda Sulaiman” Berikan Tausiah di Muhammadiyah Karanganyar

0
79

KARANGANYAR – Pesan-pesan dakwah meluncur melalui kalimat-kalimat yang disampaikan Tokoh Baginda Sulaiman yang berasal dari negeri Palestina/ Yerusalem. Ini bukan tokoh asli namun tokoh dalam Wayang Kulit Virtual yang digelar Muhammadiyah Karanganyar. Menggunakan Sanggar Pelangi Ngesti Budaya Tegalasri, Ahad (28/03) Muhammadiyah Karanganyar menggelar Kolaborasi Wayang Kulit Virtual.

Pementasan Kolaborasi Wayang Kulit Virtual Muhammadiyah ditandai dengan penyerahan tokoh wayang sesaat sebelum pagelaran dimulai oleh Wakil Ketua PDM Karanganyar Suriyanto kepada Dalang Ki Ngabei Edy Sulistiono dan Ki Larno. Kolaborasi Wayang Wayang Virtual masing-masing mengangkat judul “Kridaning Baginda Sulaiman” oleh Ki Ngabei Edy Sulistiono dan “Bima Suci” oleh Ki Larno.

Pementasan Wayang Virtual PDM Karanganyar ditayangkan melalui saluran media daring yaitu YouTube Channel Muhammadiyah Karanganyar dan saluran Streaming Radio H frekuensi 89,6 FM yang di kelola Majelis Pustaka dan Informasi PDM Karanganyar.

Disampaikan Ki Ngabei Edy Sulistiono, salah satu dalang yang merupakan komponen Lembaga Seni Budaya dan Olahraga Pimpinan Daerah Muhammadiyah Karanganyar. “Wayang Kulit Virtual ini sebagai salah satu cara mengatasi berhentinya dakwah melalui pagelaran seni yang biasanya dilaksanakan dengan pengumpulan jama’ah sebanyak mungkin. Jujur diakui jika para pelaku seni dan pedakwah seni “sulit bergerak” dimasa pandemi ini, maka kami dari LSBO mencari jalan keluarnya,” kata Dalang Edy pada saat audiensi dengan Pimpinan Muhammadiyah Karanganyar beberapa waktu lalu sebelum pementasan.

Mewakili Ketua PDM, Suriyanto menyampaikan apresiasi terselenggaranya wayangan secara virtual. “PDM tentunya menyampaikan apresiasi atas solusi kegiatan ini oleh LSBO, harapannya ini tidak hanya sekedar pementasan wayang biasa namun menjadi tuntunan dakwah yang diperankan oleh tokoh-tokoh wayang,” ujar Suriyanto

Menurut Suriyanto pentas wayang dakwah sebagai penyeimbang manusia dalam kehidupan. “Adanya nutrisi tontonan yang menyenangkan sebagai penyeimbang olah pikir dengan olah rasa juga menjadi penyeimbang atas olah raga dalam kegiatan dan olah jiwa melalui tontonan seni dan tausiah-tausiah keagamaan,” pungkasnya

Dalam beberapa kesempatan Ketua PDM Kabupaten Karanganyar Muh. Samsuri menekankan jika Muhammadiyah tidak anti budaya, tentunya budaya yang tidak bertentangan dengan ajaran islam dalam hal ini Qur’an dan Sunah maqbullah. (MPI PDM Kra-JOe).

Bagikan