TvMu Info

Suara Warga

Suarakan kabar anda di Twitter dengan hastag #kabarduabelas , otomatis muncul di bawah ini.

No tweets returned

Facebook Fanpage

Facebook By Weblizar Powered By Weblizar
Berita Daerah Surat Pembaca

Zionis Tutup Pintu Rafah Lebih Awal, Jadwal Syekh Palestine Terpaksa Dipangkas

Karanganyar, Jum’at(17/05/2019) –  (SURAT PEMBACA) – Tibalah kami di Kabupaten Karanganyar pada Kamis, 11 Ramadhan 1440 H yang merupakan kabupaten ke enam dari rombongan Syekh Abdallah Abujazar (Tim 2 Lazismu Jawa Tengah). Sebuah kabupaten yang sejuk dengan legenda Gunung Lawu-nya.

Ternyata sambutan personalnya pun tak kalah sejuk. Luar biasa malah. Tim kami yang terdiri dari 5 personil, yakni: Syekh Palestine, Koordinator Tim, Penerjemah, Asisten Teknis dan Driver, ternyata masih diimbuhi dengan tim lokal yang gegap gempita.

Tim lokal Lazismu Daerah Karanganyar, terdiri Ketua Rombongan dari BP Lazismu Karanganyar, Tim IT, Tim Media. Menariknya ada tambahan tim SAR yang mempunyai keahlian medik. Tak lupa driver setempat dengan keahlian mumpuni.

Tim lokal menerapkan prepare zero tolerant. Tidak boleh ada kesalahan dalam persiapan. Adagium gagal perencanaan berarti merencanakan kegagalan, benar-benar terinternalisasi. Tim lokal ikut booking satu kamar khusus satu lokasi dengan penginapan Tim Syekh Palestine.

Tim lokal berkomitmen akan memandu jadwal Syekh Palestine dengan segala ubo rampe yang tuntas mereka tangani. Maka istirahlah kami dari Tim Syekh Palestine. Armada rombonganpun tak lepas dari perhatian disiapkan dengan sangat matang.

Mobil depan Ford doble cabin standar SAR sebagai armada penyapu. Di tengah Alphard AD 1 MU untuk rombongan Syekh Palestine. Belakang Inova Reborn untuk tim teknis dan peralatan. Semua start, kembali dan menginap di satu titik penginapan. Sehingga, alhamdulillaah acara dapat berjalan sangat lancar dengan menggembirakan.

Ternyata itu juga belum cukup. Di tiap-tiap tempat yang direncanakan selama tiga hari, dengan tiap hari sebanyak empat lokasi, di tiap lokasinya telah dipasang spanduk publikasi. Masih ditambah baliho besar di jalan raya Karanganyar (Jl. Lawu) ukuran 10 X 5 meter. Plus media online dan japri-japri ketua-ketua komunitas tentunya. Semua demi suksesnya acara. Demi menarik empati warga Karanganyar akan nasib derita saudara di Gaza dan Tepi Barat.

Hati bergetar menyaksikan persiapan dan penyambutan yang demikian sempurna. Namun kemudian, rasanya kami ingin menangis. Ketika ternyata zionis menutup lebih awal pintu Rafah sebagai satu-satunya pintu masuk warga Palestine yang keluar negeri. Maka jadwal Syekh Palestine dengan terpaksa dipangkas.

Salah satu korbannya adalah Masjid-Masjid dan tempat Dakwah di Karanganyar yang telah terjadwal dan terpublikasikan. Jatah mereka dikurangi dua pertiga menjadi hanya satu hari. Maka, paniklah Lazismu Daerah Karanganyar harus menjelaskan ke semua tempat yang ter-cancel.

Namun sungguh luar biasa antisipasi Lazismu Daerah Karanganyar. Dengan gerak cepat untuk keliling memberikan pemahaman. Plus, PDM Karanganyar pun dengan ringan mengeluarkan surat resmi untuk turut menjelaskan. Itu semua dilakukan dalam hitungan jam.

Lalu, sisa sehari apakah tim lokal kemudiaan melakukan giat dengan asal? Tidak. Sedikitpun tidak. Kami dari Tim Syekh Palestine merasakan sendiri kepenuhan niat dan azzam mereka. Semua dilakukan sesuai planning awal.

Maka, melihat kiprah mereka, kami makin ingin menangis ketika mendengar dari luar bahkan dari orang terdekat komentar “imam import”, sebagian berkata “boros”. Kita mendatangkan Syekh yang teramat jauh, dengan pemeriksaan hingga delapan kali oleh zionis. Dan izin hanya boleh atas nama umroh sehingga Syekh harus lewat Saudi Arabia dahulu. Tentu untuk tujuan yang lebih besar dibanding biayanya.

Maka, kamipun sangat dzalim bila penyambutan tidak sempurna. Apalagi donasi yang dihimpun jauh lebih besar dibanding ketika Syekh Palestine tidak hadir, sehingga biaya operasional terbilang menjadi sangat kecil. Bahkan tidak sedikit para donatur siap membiayai teknis perjalanan tanpa mengurangi dana umat yang dititipkan untuk Palestine.

Dan impact yang jauh lebih besar yang diharapkan dengan masifikasi mendatangkan para Syekh Palestine ke Indonesia adalah makin besarnya peluang kemerdekaan Palestine. Itulah tujuan akhir dari program ini. Dan itu menjadi hutang kita. Karena Palestine adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia kala kita dijajah dahulu.

Kafa billaahi syahida.
Nasrun minallooh wafathun qorieb.

(Ikhwanushoffa-Koordinator Tim 2 Syekh Palestine Lazismu Jawa Tengah)

PHOTO GALERI: