Suara Warga

Suarakan kabar anda di Twitter dengan hastag #kabarduabelas , otomatis muncul di bawah ini.

mas_JOe_ RT @kabarduabelas: Ketua LHKP PWM Jawa Tengah : Jadikan Kerja Politik Sebagai Amal Usaha Muhammadiyah https://t.co/HnVNdyvX5J #kabarduabela
mas_JOe_ RT @kabarduabelas: Temu Kader Muhammadiyah Karanganyar Dorong Kerja Dibidang Politik https://t.co/kBJVKrXFOP #kabarduabelas https://t.co/0G
kabarduabelas Ketua LHKP PWM Jawa Tengah : Jadikan Kerja Politik Sebagai Amal Usaha Muhammadiyah https://t.co/HnVNdyvX5Jhttps://t.co/UtVR5juR6C
kabarduabelas Temu Kader Muhammadiyah Karanganyar Dorong Kerja Dibidang Politik https://t.co/kBJVKrXFOP #kabarduabelas https://t.co/0GrFBlrvJ0
kabarduabelas Majelis Ekonomi PDA Karanganyar mengikuti Monev Pelaksanaan Program Kerja Majelis Ekonomi PDA se Solo Raya… https://t.co/3jxq3WR6tL

Facebook Fanpage

Facebook By Weblizar Powered By Weblizar
Berita Daerah

Sinergi Majelis Kader Muhammadiyah dan Aisyiyah Karanganyar rumuskan Model Perkaderan AUM

Karanganyar, Kamis(07/02/2019) – Jajaran Majelis Pendidikan Kader (MPK) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dan Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Karanganyar menggelar rapat koordinasi bersama. Acara yang dikemas sederhana tersebut bertempat di Hall Gedung Dakwah Muhammadiyah Kabupaten Karanganyar, Rabu (6/2).

Sarilan M. Ali,  selaku Sekretaris PDM Karanganyar yang ikut mendampingi berjalannya rakor menyampaikan bahwa perlu adanya pemahaman kepada guru dan karyawan yang ada di amal usaha aisyiyah bahwa mereka merupakan satu kesatuan dengan Muhammadiyah sehingga ditataran cabang antara AUM,  Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan Pimpinan Cabang Aisyiyah harus saling bersinergi.

“Posisi Aisyiyah di cabang,  banyak TK yang disconnect dengan PDA bahkan juga dengan PCM.  Mereka perlu disadarkan tentang landasan gerakan dakwah Muhammadiyah, baik itu MADM,  Matan Keyakinan dan Cita Cita Hidup Muhammadiyah,  Kepribadian,  Khittah, Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiah dan aturan lainnya”, katanya.

Selain itu, Sarilan juga menegaskan agar amal usaha tidak berjalan dengan sendiri tanpa ada campur tangan dari Muhammadiyah maupun Aisyiyah.

“Jangan sampai Amal Usaha berjalan sendiri, kadang menjadi kerajaan-kerajaan sendiri, para pengelola dan mereka yang berada di dalamnya sekadar sibuk dengan mobilitas sendiri atau sekadar cari penghidupan, yang lepas atau tidak begitu bertautan dengan misi dan kepentingan Persyarikatan” tambahnya.

Ia juga berharap agar rumusan model perkaderan ini mampu menggugah spirit bermuhammadiyah di amal usaha khususnya amal usaha aisyiyah bidang pendidikan.

Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Karanganyar,  Kunthi Basthona yang turut hadir dilokasi memberikan apresiasi yang luar biasa kepada MPK PDM dan PDA.

“Setelah saya mendengarkan paparan model program perkaderan yang disampaikan tadi,  saya mengucapkan terimakasih,  semoga kegiatan yang sudah dirancang ini akan berjalan lancar dan sesuai dengan harapan kita bersama”, tuturnya.

Rakor bersama ini dilaksanakan guna merumuskan konsep perkaderan AUM untuk mewujudkan kader yang militan, tangguh dan berkemajuan . Model perkaderan yang telah dirumuskan, rencananya akan digunakan dalam kegiatan Baitul Arqom Guru maupun Karyawan bulan Mei yang akan. (MPI PDM Kra-JOe). Sumber : Wi2n Gambar : Dok. MPI.