Suara Warga

Suarakan kabar anda di Twitter dengan hastag #kabarduabelas , otomatis muncul di bawah ini.

mas_JOe_ RT @kabarduabelas: KOKAM Kabupaten Karanganyar Gelar Apel Ulang Janji Setia Melati 54 Tahun https://t.co/1Qv4LlFKHi #kabarduabelas https://…
kabarduabelas KOKAM Kabupaten Karanganyar Gelar Apel Ulang Janji Setia Melati 54 Tahun https://t.co/1Qv4LlFKHi #kabarduabelas https://t.co/0VuiUdLMVY

Facebook Fanpage

Facebook By Weblizar Powered By Weblizar
Pernyataan Sikap

Yerusalem Jadi Ibu Kota Israel? Ini Pernyataan PPIP Terhadap Keputusan Trump Tersebut

PERNYATAAN PPIP TERHADAP KEPUTUSAN PRESIDEN DONALD TRUMP TENTANG JERUSALEM

Sehubungan dengan Keputusan Presiden Donald Trump untuk mengakui Jerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan memindahkan Kedubes AS ke sana, Prakarsa Persahabatan Indonesia-Palestina  (PPIP) / Indonesia-Palestine Friendship Initiative (IPFI) menyatakan:

1. Mengecam keras dan menolak keputusan tersebut yang merupakan bentuk agresi,  provokasi, dan radikalisme yang nyata.

2. Keputusan tersebut membuka dan membuktikan kedok standart ganda AS selama ini yang tidak bersungguh – sungguh menyelesaikan konflik Israel-Palestina secara berkeadikan.

3. Keputusan tersebut jelas akan mematikan proses perdamaian yang telah berlangsung lama dan akan mendorong radikalisasi di kalangan umat Islam sebagai reaksi terhadap radikalisme dan ketidakadilan global yang diciptakan AS.

3. Terhadap Jerusalem, sebaiknya dibagi dua (Jerusalem Timur untuk Palestina, dan Jerusalem Barat untuk Israel; atau Jerusalem dijadikan sebagai Kota Suci Internasional bagi pemeluk tiga Agama Samawi yaitu Yahudi, Kristen, dan Islam).

4. Mendesak Presiden Donald Trump untuk mencabut keputusannya, dan mendesak OKI untuk melakukan langkah politik dan diplomatik untuk membatalkan atau mengabaikan keputusan tersebut.

M. Din Syamsuddin
Ketua Dewan Pertimbangan MUI dan Ketua PPIP.