Suara Warga

Suarakan kabar anda di Twitter dengan hastag #kabarduabelas , otomatis muncul di bawah ini.

mas_JOe_ RT @kabarduabelas: Ketua LHKP PWM Jawa Tengah : Jadikan Kerja Politik Sebagai Amal Usaha Muhammadiyah https://t.co/HnVNdyvX5J #kabarduabela
mas_JOe_ RT @kabarduabelas: Temu Kader Muhammadiyah Karanganyar Dorong Kerja Dibidang Politik https://t.co/kBJVKrXFOP #kabarduabelas https://t.co/0G
kabarduabelas Ketua LHKP PWM Jawa Tengah : Jadikan Kerja Politik Sebagai Amal Usaha Muhammadiyah https://t.co/HnVNdyvX5Jhttps://t.co/UtVR5juR6C
kabarduabelas Temu Kader Muhammadiyah Karanganyar Dorong Kerja Dibidang Politik https://t.co/kBJVKrXFOP #kabarduabelas https://t.co/0GrFBlrvJ0
kabarduabelas Majelis Ekonomi PDA Karanganyar mengikuti Monev Pelaksanaan Program Kerja Majelis Ekonomi PDA se Solo Raya… https://t.co/3jxq3WR6tL

Facebook Fanpage

Facebook By Weblizar Powered By Weblizar
Berita Daerah

Percobaan Penculikan Anak Tidak Hanya di Sragen, Karanganyar pun Terjadi

Karanganyar, Sabtu(12/11/2016) – Selama Oktober hingga November 2016 terjadi 4 kali percobaan penculikan anak di Kabupaten Sragen. Ke-empat percobaan penculikan tersebut berhasil digagalkan. Kini giliran warga Karanganyar yang resah dengan percobaan penculikan anak itu. Bocah SD di Mojogedang, Karanganyar nyaris menjadi korban.

Sasarannya seorang siswa Kelas III SD Negeri 1 Mojogedang, Karanganyar. Info percobaan penculikan diunggah Dedy Indri Hermawan pemilik akun Facebook Maulana de’Abdee di grup Info Cegatan Karanganyar dan Sekitarnya. Dedy, warga RT 001/RW 002 Desa/Kecamatan Mojogedang, Karanganyar, mengatakan informasi yang dia bagi ke grup Facebook tersebut benar adanya.

Korbannya keponakan Dedy berinisial MWS.
“Tapi yang benar kejadiannya Kamis [10/11] saat keponakan saya dalam perjalanan pulang dari sekolah. Dia cerita kepada saya Jumat [11/11] malam, dan malam itu juga saya posting di Facebook,” ujar dia.

Dalam postingan tersebut, dia menjelaskan percobaan penculikan terjadi di timur Kantor Pos Mojogedang, atau barat SDN 1 Mojogedang. Saat itu keponakan Dedy dalam perjalanan pulang bersama seorang temannya.

Saat itu sebuah pikap hitam berhenti di dekat dua siswa itu. Salah seorang penumpang mobil turun, lantas mengajak anak-anak itu masuk mobil. Dua bocah itu langsung berlari menjauh.

 

“Tadi [Sabtu] siang, saya berkeliling sekitar lokasi kejadian dengan harapan bisa menemukan mobil yang dimaksud keponakan saya, mau saya foto untuk bahan penyelidikan polisi,” imbuh dia.

Dedy tidak melapor ke polisi karena minimnya informasi dan barang bukti percobaan penculikan. “Kalau lapor polisi saya mikirnya harus ada bukti-bukti yang kuat,” kata dia. (Sumber:Solopos/Kurniawan/JIBI)